http://mps.fai-umj.ac.id

Suatu ketika pada saat ujian skripsi mahasiswa jurusan perbankan, mahasiswa diminta untuk menjelaskan maksud kata ”perbankan” dengan ”bank” menurut perundang-undangan Indonesia. Pada umumnya mahasiswa menjawab bahwa kedua kata tersebut sama, yang beda hanya ada awalan perdanan. Makna dari kedua kata tersebut adalah sebagai lembaga intermediari yang menghimpun dana dan menyalurkan dana masyarakat. 

Penjelasan mahasiswa tersebut sekilas tidak salah karena itu pengertian yang sering dipahami oleh masyarakat luas. Namun apabila merujuk kepada ketentuan perundang-undangan, kata ”Perbankan” dan ”Bank” memiliki arti yang berbeda. Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Sedangkan kata “bank” adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit/pembiayaan dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Perbankan Syariah adalah ”segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah  dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya”. Bank adalah ”badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat”. Sedangkan yang dimaksud Bank Syariah adalah ”bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.”

Selengkapnya …