Pembiayaan pemilikan rumah (KPR) dan investasi pada umumnya berjangka waktu panjang (lebih dari 5 tahun). Dalam pembiayaan rumah tersebut pelaku industri perbankan syariah secara berkesinambungan berupaya mencari produk dan akad yang fleksibel. Selama ini, akad yang banyak digunakan untuk pembiayaan rumah adalah berdasarkan prinsip Murabahah yang pendapatan bank hanya berupa margin keuntungan secara fix di awal akad yang tidak boleh diubah selama pembiayaan. Dari segi perhitungan bisnis hal ini dapat berdampak negatif bagi bank.

Dalam pembiayaan MMQ, pemilikan rumah pada awal pelaksanaan fasilitas MMQ terdapat porsi milik bank dan berdasarkan klausula ijarah, rumah tersebut dapat disewa oleh nasabah. Besarnya fee/ujrah dalam ijarah ini berdasarkan kesepakatan bank dan nasabah, secara periodik dapat diubah. Dengan demikian, untuk fasilitas MMQ jangka panjang, dengan adanya imbalan sewa (fee/ujrah) yang diterima oleh bank dan adanya penyesuaian besarnya imbalan yang diterima bank secara periodik berdasarkan perubahan harga pasar sewa rumah dan perubahan porsi kepemilikan bank atas rumah, hal ini dari sisi bisnis dapat memberikan fleksibilitas dan nilai tambah bagi bank.

Selengkapnya …