Islam adalah ajaran terakhir yang diwahyukan Allah Swt kepada Nabi Muhammad SAW. Substansi ajarannya benar-benar memiliki dinamika sangat tinggi, karena mampu menampung segala macam persoalan baru yang timbul seiring dengan perkembangan sosial-masyarakat. Kemampuan ajaran Islam menjawab segala persoalan masyarakat tersebut di samping didukung landasan doktrinal sebagai ajaran yang bersifat universal untuk seluruh umat manusia (QS. Saba/34:28; al-Anbiya/21:107), Adanya karakteristik ajaran Islam tersebut, secara historis umat Islam telah membuktikan relevansi dan dinamika ajaran/hukum Islam. Tantangan-tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan sosial dalam perkembangan sejarah umat Islam telah mulai sejak Rasulullah Saw wafat, meskipun dalam bentuk yang berbeda dan tidak sekompleks sekarang. Berbagai bentuk tantangan itu ternyata semuanya dapat dijawab oleh hukum Islam. juga karakteristik dari sistem ajarannya itu sendiri yang menjaga “keharmonisan” tatanan kehidupan baik secara vertikal antara manusia dengan Allah SWT maupun secara horizontal antara sesama manusia dan makhluk sekitarnya.

Kebanyakan ahli fiqih telah menetapkan, terjawabnya dinamika perubahan sosial masyarakat tersebut, karena adanya kaidah yang terkandung dalam mu’amah menjadikan segala sesuatu itu sangat fleksibel. Substansi kaidah tersebut yaitu bahwa hukum asal segala sesuatu dalam bidang material dan hubungan antara sesama manusia (mu’amalah) adalah boleh, kecuali apabila ada dalil yang menunjukkan bahwa sesuatu itu terlarang. Oleh karenanya, pembahasan bidang mu’amalah menjadi bagian penting yang perlu diketahui dan hal itu menunjukkan dinamika masyarakat. Namun perlu ditegaskan bahwa pemahaman cakupan mu’amalah juga mengalami perkembangan. Apabila pada masa

Selengkapnya